BREN dan DSSA masuk HSC List, risiko IHSG berlanjut melemah

Senin, 06 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, setelah ditutup melemah pada penutupan perdagangan pekan lalu di 7.026,78.

Analis CGS Internasional Sekuritas Indonesia menilai langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis sembilan emiten yang masuk kategori High Shareholder Consentration (HSC) List pada pekan lalu, menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

Dua di antara sembilan emiten tersebut, merupakan saham konstituen MSCI Global Standard yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Selain itu, analis CGS International menyoroti lonjakan harga minyak mentah dunia, yang kembali meningkat setelah AS kembali mengeluarkan ancaman serangan kepada Iran.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.915/6.800 dan resist 7.140/7.250,” jelas analis CGS International.

Sementara analis Phintraco Sekuritas juga menuturkan perkembangan konflik di Timur Tengah akan tetap jadi fokus investor pekan ini, selain adanya rilis sejumlah data penting seperti kebijakan suku bunga The Fed hingga inflasi inti di AS.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan data cadangan devisa hingga penjualan otomotif. Investor juga tetap mencermati realisasi APBN, yang berpotensi jadi penggerak aliran modal asing dan nilai tukar rupiah.

“Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.900-7.000,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Harga minyak WTI telah berada di level US$112,35 per barel dan brent di US$110,76 per barel, menurut data Bloomberg. Sedangkan komoditas logam mulia seperti emas di pasar spot mencapai US$4.625,25 per troi ons. (KR)