Harga saham ARB beruntun, DATA masuk UMA
Senin, 06 April 2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan status Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Remala Abadi Tbk (DATA),emiten telekomunikasi milik Iforte.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan langkah ini dilakukan karena adanya penurunan harga saham DATA yang di luar kebiasaan.
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap perundang-undangan di bidang pasar modal,” kata Yulianto, dalam pengumuman yang disampaikan pada Kamis (2/4) pekan lalu.
Menurut data IDNFinancials.com, harga saham DATA telah mencatat penurunan dalam 7 hari perdagangan terakhir. Harga sahamnya ambles 14,91% ke level Rp1.855 per lembar pada pembukaan perdagangan hari ini, dengan antrean jual mencapai 18,2 juta lot yang belum tereksekusi.
Pelemahan beruntun ini, menambah total penurunan harga saham DATA dalam 7 hari terakhir menjadi 51%. Kapitalisasi pasarnya pun turun menjadi Rp2,55 triliun, dari sebelumnya Rp5,07 triliun.
Mayoritas saham DATA saat ini berada di bawah kendali Verah Wahyudi Singgih Wong, dengan kepemilikan 40,1%. PT Iforte Solusi Infotek memegang 40% saham, investor publik 14,45% dan Djoni 5,45%.
Sebelumnya DATA mencetak laba bersih sebesar Rp102 miliar, membuat laba per saham (Earnings Per Share/EPS) tahun buku 2025 menjadi Rp74,19. Kenaikan EPS ini membuat Price to Earnings (PE) Ratio perseroan berada di level 25 kali. (KR)