Iran serang pusat pengolahan air dan listrik Kuwait

Senin, 06 April 2026

image

JAKARTA - Serangan drone Iran merusak fasilitas listrik dan desalinasi air di Kuwait serta memicu kebakaran di sejumlah aset energi, mempertegas tekanan terhadap infrastruktur vital kawasan Teluk. Pemerintah Kuwait menyatakan tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material signifikan terjadi pada dua pembangkit dan dua unit produksi listrik terhenti.

Dikutip Aljazeera, Juru Bicara Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait, Fatima Abbas Johar Hayat, menyebut serangan tersebut sebagai ““agresi kriminal” yang menyebabkan “kerusakan material yang serius” pada fasilitas utama.

Serangan juga memicu kebakaran di kompleks minyak Shuwaikh dan merusak kompleks perkantoran pemerintah. Kuwait Petroleum Corp melaporkan “significant material losses” akibat serangan terhadap sejumlah fasilitasnya, dengan api berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa.

Di Bahrain, serangan drone menargetkan fasilitas Gulf Petrochemical Industries Co serta tangki minyak milik Bapco Energies, memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan. Sementara itu, otoritas Abu Dhabi menghentikan operasi pabrik petrokimia Borouge setelah kebakaran akibat serpihan intersepsi serangan udara.

Insiden turut meluas ke jalur logistik energi global. Otoritas maritim Inggris melaporkan gangguan di sekitar Pelabuhan Khor Fakkan, dekat Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Uni Emirat Arab menyatakan kesiapan bergabung dalam upaya internasional untuk menjaga keamanan pelayaran di wilayah tersebut.

Di tengah eskalasi, negara-negara Teluk menghadapi risiko berlanjutnya serangan terhadap infrastruktur energi dan sipil, meski tetap menekankan de-eskalasi.(DH)