IHSG jebol di bawah 7.000 di sesi I, rupiah melemah ke Rp17.045
Senin, 06 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan mencatat penurunan 0,79% ke level 6.971 pada perdagangan sesi pertama Senin (6/4) hari ini.
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp8,48 triliun, yang melibatkan perdagangan 17,75 miliar lembar saham. Sebanyak 239 saham mencatat kenaikan harga, sementara 425 saham melemah dan 149 saham stagnan.
Di tengah pelemahan IHSG, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell Rp322,44 miliar di sesi pertama. Sedangkan berdasarkan volume, net sell asing mencapai 469 miliar lembar.
Analis Phintraco Sekuritas IHSG secara teknikal belum menunjukkan potensi rebnound, dengan pembentukan histogram positif pada MACD yang cenderung mengecil.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 6.950-7.000 pada perdagangan sesi II Senin (6/4),” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor siang ini.
Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks acuan saham melemah dipimpin Taiwan Stock Exchange Weighted Indeks (TWSI) yang mencapai 1,82%. Namun KOSPI jadi satu-satunya indeks yang menguat, dengan kenaikan 1,37%.
Mata uang negara emerging Asia bergerak variatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah mencatat pelemahan paling dalam yaitu 0,38% dan bertahan di Rp17.045 per dolar AS.
Sementara nilai tukar won Korea, yuan China, dan baht Thailand menguat di saat indeks dolar AS bergerak di zona hijau. (KR)