PTBA bidik produksi dan penjualan 49,5 juta ton pada 2026
Senin, 06 April 2026

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Grup MIND ID, menargetkan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada 2026.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyatakan optimismenya dalam siaran pers, Kamis (2/4) lalu, setelah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Perseroan disetujui tanpa pemangkasan volume produksi.
Ia menegaskan bahwa Perseroan akan “fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan."
Sebagai catatan, sepanjang 2025, PTBA berhasil meningkatkan volume produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton dan volume penjualan 6% menjadi 45,4 juta ton, meski harga batu bara global terkoreksi.
Volume angkutan batu bara naik 6% menjadi 40,4 juta ton, ditopang pasar domestik dan ekspor, yang masing-masing menyumbang 54% dan 46% dari total penjualan.
Arsal menambahkan, strategi cost leadership melalui selective mining dan optimasi rantai pasok akan menjadi “mesin utama” PTBA untuk menjaga daya saing di pasar global, termasuk ekspansi ke Eropa dan penguatan posisi di Asia.
PTBA tercatat telah mengekspor batu bara ke Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, dan kini melakukan penetrasi pasar ke Spanyol dan Rumania.
Sebagai informasi, emiten tambang batu bara milik pemerintah Indonesia ini, mencetak laba bersih Rp2,92 triliun pada tahun buku 2025, turun 42,6% secara tahunan.
Padahal pendapatan PTBA pada 2025 cenderung stagnan, hanya turun 0,27% menjadi Rp42,6 triliun, tertekan harga batu bara yang lesu.
Dari segi kinerja saham, sejak awal 2026 harga saham PTBA telah melonjak 29,31% ke level Rp3.000 per lembar.
Dalam sebulan terakhir, saham PTBA naik tipis 0,67% dan pada perdagangan hari ini, hingga pukul 13.48 WIB, harga sahamnya bahkan naik 3,09%. (DK/ZH)