AS tambah 5 rig minyak dan gas, produksi diproyeksikan naik 2026-2027
Senin, 06 April 2026

NEW YORK - Operator pengeboran energi di AS menambah jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes (BKR.O), Kamis lalu.
Jumlah rig minyak dan gas, yang sering menjadi indikator awal produksi di masa depan, naik lima unit menjadi 548 rig untuk minggu yang berakhir 2 April.
Seperti dikutip Reuters, meski terjadi kenaikan minggu ini, Baker Hughes mencatat total rig masih 42 rig lebih rendah, atau 7,1% di bawah posisi tahun lalu pada periode yang sama.
Secara rinci, rig minyak bertambah dua menjadi 411, sementara rig gas naik tiga menjadi 130.
Jumlah rig minyak dan gas di AS menurun sekitar 7% pada 2025, 5% pada 2024, dan 20% pada 2023, karena harga minyak yang lebih rendah mendorong perusahaan energi untuk lebih fokus pada meningkatkan pengembalian bagi pemegang saham dan melunasi utang, daripada menambah produksi.
Harga minyak yang lebih tinggi, dipicu oleh gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah, diperkirakan akan mendorong produksi minyak mentah AS.
Menurut Energy Information Administration (EIA), produksi diperkirakan akan rata-rata 13,61 juta barel per hari (bph) pada 2026 dan meningkat menjadi 13,83 juta bph pada 2027.
Sementara itu, produksi minyak mentah AS mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun pada Januari akibat badai musim dingin yang parah, yang menghentikan produksi di banyak wilayah, menurut data EIA.
Di sisi gas, EIA memproyeksikan produksi akan naik dari 107,7 miliar kaki kubik per hari (bcfd) pada 2025 menjadi 109,5 bcfd pada 2026, dengan harga spot di tolok ukur Henry Hub, Louisiana, diperkirakan naik sekitar 7% pada 2026.
Ekspor gas alam cair (LNG) AS juga mencapai rekor tertinggi pada Maret, karena pabrik beroperasi di atas kapasitas dan unit baru mulai berproduksi, menurut data awal dari perusahaan keuangan LSEG. (DK)