Penguatan Wall Street jadi sinyal positif di tengah konflik AS-Iran

Selasa, 07 April 2026

image

JAKARTA – Tiga indeks saham Wall Street mengawali perdagangan awal pekan ini di zona hijau, dipimpin Nasdaq Composite yang menguat 1,89% atau 117,16 poin pada Senin (6/4) waktu setempat.

Riset analis CGS International menilai penguatan indeks Wall Street akan menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah, berpeluang jadi sentimen negatif bagi IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah, dengan kisaran support 6.925/6.860 dan resist 7.055/7.120,” tulis analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada Selasa (7/4) hari ini.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai saat ini investor berada dalam situasi tidak menentu, di tengah harapan kesepakatan damai dan eskalasi yang terus berlanjut.

Dari domestik, masuknya beberapa emiten dalam daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, menambah sentimen negatif yang membebani indeks IHSG.

“IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.900-7.100,” kata analis Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak sideways terbatas, dengan support di 6.900–6.950 dan resistance di 7.050–7.100.

“Ke depan, arah pasar masih dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan arus dana asing yang cenderung keluar, khususnya dari sektor perbankan,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam riset yang disampaikan hari ini.

Dari pasar komoditas global, harga minyak mentah WTI melanjutkan kenaikan terbatas dan menguat 0,77% ke US$113,28 per barel. Sementara harga minyak brent naik 0,26% ke US$110,06 per barel.

Harga komoditas logam mulia seperti emas berlanjut melemah dan turun 0,20% ke US$4.640,47 per troi ons, pada pembukaan sesi Asia. Harga emas di pasar berjangka juga melemah 0,41% ke US$4.665,4 per troi ons. (KR)