Bobot RI di MSCI diprediksi turun, outflow ditaksir Rp17 triliun

Selasa, 07 April 2026

image

JAKARTA – Bobot Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi menyusut, serta memicu keluarnya modal asing (capital outflow), menyusul reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Head of Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, penurunan bobot dalam indeks MSCI menjadi skenario utama yang dihadapi oleh pasar saham Indonesia untuk saat ini. “Kalau namanya bobot diturunkan, tentu saja imbasnya akan negatif,” jelas Martha, dalam pemaparan yang disampaikan Selasa (7/4).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) seperti BEI, telah merespons proposal MSCI yang disampaikan akhir Januari 2026 lalu, yang di dalamnya meragukan transparansi pasar saham Indonesia.

Merespons proposal itu, OJK dan SRO telah mengambil kebijakan baru. Beberapa di antaranya seperti pengungkapan data pemegang saham di atas 1%, peningkatan batas minimal free float 15%, granularisasi kategori investor, dan terbaru pengungkapan data High Shareholding Consentration (HSC) di sejumlah emiten.

“Dengan adanya penerapan secara keseluruhan untuk reformasi pasar modal ini berpotensi bobot Indonesia di MSCI itu akan berkurang sekitar 14% atau US$1 miliar,” ungkap Martha, menjelaskan potensi outflow yang setara Rp17 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000/US$.

Meskipun demikian, Martha menegaskan adanya itikad baik dari OJK dan SRO membatasi risiko Indonesia turun kelas dari emerging market ke frontier market.

“Harusnya dengan berbagai upaya yang dilakukan ini bisalah membantu paling tidak menahan kita tetap ada di emerging market,” imbuh Martha.

Di sisi lain, penurunan bobot diperkirakan akan menekan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, yang menjadi konstituen MSCI juga akan dialami.

Namun tekanan tersebut diperkirakan tidak sebesar yang ditakutkan, karena kondisi pasar yang telah turun cukup signifikan dalam dua bulan terakhir. “Rasanya beberapa sebagian itu sudah di price-in oleh market,” jelas Martha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDNFinancials.com, MSCI akan menyampaikan pengumuman rebalancing indeks terbarunya pada Mei 2026. Pengelola indeks global ini biasanya melakukan peninjauan sebanyak sempat kali dalam setahun, yaitu pada Februari, Mei, Agustus, dan November. (KR)