Tak hanya dividen, Cinema XXI bagikan saham untuk dongkrak free float

Selasa, 07 April 2026

image

JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), atau lebih dikenal dengan operator jaringan bioskop Cinema XXI, menyetujui distribusi saham treasuri hingga 1,65 miliar lembar kepada para investor untuk meningkatkan porsi free float.

Hingga akhir Februari 2026 lalu, porsi free float CNMA memang hanya ada di kisaran 7,96%, masih jauh dari batas 15% yang baru ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (2/4) pekan lalu, distribusi saham treasuri ini akan meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, total saham CNMA per Februari sebanyak 83,35 miliar lembar.

Dengan demikian, pengalihan saham treasuri hingga 1,65 miliar lembar ini diperkirakan mampu mendongkrak porsi free float hingga 1,98%, menjadi total 9,94%.

Pengalihan saham treasuri hasil buyback kepada pemegang saham ini akan dilakukan secara proporsional, dengan penetapan rasio 50:1. Maka, setiap 50 saham akan memberikan investor 1 lembar saham treasuri tersebut.

Sebagai catatan, recording date untuk pemegang saham yang berhak menerima saham treasuri jatuh pada 16 April 2026, dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 14 April 2026.

Menurut manajemen CNMA, Perseroan akan membagikan saham treasuri tersebut pada 28 April 2026 mendatang.

Dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin (6/4).

Selain distribusi saham treasuri, RUPS juga menyetujui dividen tahun buku 2025 sebesar Rp980 miliar atau Rp12 per saham. Nilai ini termasuk dividen interim Rp5 per saham yang dibayarkan pada November lalu.

Sementara itu, sisa dividen Rp7 per saham juga akan dibayarkan pada 28 April 2026, bersamaan dengan saham treasuri.

Sebagai catatan, CNMA hanya membukukan laba Rp704,8 miliar pada 2025 lalu, sehingga Perseroan menggunakan saldo laba ditahannya untuk menggenapi alokasi dividen tersebut.

“Dividen tunai tersebut terdiri dari Rp8,63 per saham yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 – setara dengan 99,98% laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk – ditambah Rp3,37 per saham yang dialokasikan dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya,” jelas manajemen.

Seiring dengan keputusan ini, harga saham CNMA hingga pukul 11.06 WIB hari ini, Selasa (7/4), naik 1,85% ke level Rp110 per lembar. Namun, sejak awal tahun, harganya telah merosot hingga 9,09%. (ZH)