BUMI mulai produksi di Australia, Glencore jadi pembeli
Selasa, 07 April 2026

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memulai penambangan asetnya di Australia, yang dioperasikan melalui Wolfram Limited.
Wolfram yang menjadi anak usaha BUMI dengan kepemilikan penuh, diketahui telah mengembangkan proyek tembaga-emas di Mt. Carlton, yang masuk negara bagian Queensland, Australia.
Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnowati, mengatakan Wolfram mulai melakukan penambangan pada April 2026. Produksi komersial diperkirakan berlangsung antara Mei-Juli 2026, dengan target produksi tahun ini sekitar 12-15 ribu ton copper equivalent.
Selain itu, Yudicia menyampaikan bahwa BUMI juga dalam tahap persiapan produksi emas di tambang yang dikelola oleh Jubilee Metals Limited (JML).
“Kedua aset tersebut saat ini bergerak menuju produksi perdana,” jelas Yudicia, dalam keterangan yang disampaikan bulan lalu.
Berbeda dengan Wolfram, JML menargetkan tambang emasnya masuk tahap commisioning pada Agustus 2026. Sementara produksi perdana ditargetkan pada kuartal empat 2026.
“Perkembangan Wolfram dan JML mendukung tujuan perseroan untuk membangun portofolio yang seimbang antara batu bara termal serta mineral strategis dan kritis,” ungkap Yudicia.
Terkait produksi pada tambang Wolfram, BUMI telah menandatangani perjanjian di mana Glencore akan menjadi offtaker, bagi seluruh hasil produksi dari operasi Mt. Carlton. Perjanjian ini akan berlangsung selama 7 tahun.
BUMI menilai perjanjian ini memberikan jalur pemasasran yang kuat, sekaligus meningkatkan visibilitas pendapatan proyek di luar Indonesia. Mengingat Glencore termasuk salah satu perusahaan sumber daya alam berskala besar, dengan diversifikasi yang cukup kuat.
Menurut data IDNFinancials.com, BUMI melaporkan kinerja laba bersihnya meningkat 20,1% secara tahunan menjadi US$81,01 juta pada 2025. Lonjakan ini ditopang oleh perolehan pendapatan yang mencapai US$1,42 miliar, meningkat 5,19% secara tahunan.
Namun hingga 2025, mayoritas pendapatan BUMI tetap mengandalkan komoditas batu bara. Sedangkan pendapatan di luar komoditas batu bara tercatat 17,5% terhadap total pendapatan. (KR)