Beralih dari Timur Tengah, Indonesia mulai impor LPG dari Amerika

Selasa, 07 April 2026

image

JAKARTA - Pemerintah mengalihkan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia guna menjaga pasokan domestik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan akibat ketidakpastian geopolitik global.

“Pasokan LPG sejauh ini tetap aman. Apa yang sebelumnya kami peroleh dari Timur Tengah telah dialihkan ke negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lainnya,” ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Antaranews.

Saat ini, sekitar 70–75% impor LPG Indonesia memang telah berasal dari AS. Kemudian sekitar 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain termasuk Australia.

Selain LPG, pemerintah Indonesia juga mengalihkan sumber impor minyak mentah dari Timur Tengah ke negara produsen lain di Afrika, seperti Angola dan Nigeria.

“Saat ini, cadangan energi kita masih berada di tingkat minimum nasional. Jadi, insyaAllah, semuanya terkendali,” kata Bahlil.

Pemerintah Indonesia, kata Bahlil, juga menyiapkan kontrak impor LPG jangka panjang dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika global.

Dalam rapat kabinet di Istana Merdeka, langkah ini disebut sebagai antisipasi agar pasokan LPG tetap aman, meski terjadi pergeseran sumber impor.

Untuk sumber energi lain, pemerintah memastikan pasokan solar nasional dalam kondisi aman karena kebutuhan saat ini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. (DH/KR)