WIFI batalkan kerja sama fiber optic dengan INET, fokus ke IP transit
Selasa, 07 April 2026

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan bahwa kerja sama fibre optic dengan anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), telah dibatalkan pada 2 Januari 2026.
Namun, IJE telah mengembalikan uang deposit sebesar Rp61 miliar pada 6 Januari, dan pihak INET menegaskan bahwa kerja sama dengan WIFI masih berlanjut melalui anak usahanya, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI).
PFI sebelumnya juga bekerja sama dengan IJE untuk layanan IP transit, tertuang dalam perjanjian tertanggal 25 Maret 2025. IJE bahkan telah membayar Rp52,9 miliar sebagai uang deposit.
Meski kerja sama tersebut juga dibatalkan pada 16 Februari 2026, deposit telah dikembalikan. Kini, kerja sama yang masih berlanjut adalah kerja sama, dengan induk IJE, PT Jaringan Infrastruktur Andalan (JIA).
Kontrak antara PFI dan JIA mencakup langganan layanan IP transit dengan kapasitas 10.000 Gbps dan jangka waktu 10 tahun.
Namun, kerja sama ini mengalami penyesuaian, dengan nilai deposit yang bertambah menjadi Rp269,2 miliar.
“Seiring dengan bertambahnya cakupan kerja sama, mengingat JIA merupakan entitas yang menaungi lini bisnis FTTH (melalui IJE) maupun FWA,” jelas manajemen INET dalam surat keterangan pada BEI, Senin (6/4).
Kontrak tersebut menyatakan bahwa infrastruktur IP transit, berupa sistem kabel laut RISING-8 sepanjang 1.132,5 km antara Singapura – Batam (Tanjung Bemban) – Jakarta (Tanjung Pakis), harus sudah siap digunakan sebelum 31 Juli 2026.
INET dan PFI sendiri menargetkan sistem submarine cable tersebut akan siap digunakan pada akhir Mei 2026.
Manajemen INET menegaskan bahwa perubahan perjanjian ini hanyalah penyesuaian struktur kerja sama, bukan penghentian kerja sama secara total. Dengan demikian, tidak ada dampak negatif terhadap prospek dan rencana ekspansi Perseroan.
“Perubahan ini murni didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai pemasok bandwidth utama bagi grup usaha di bawah JIA,” jelas manajemen INET.
Sebagai catatan, JIA juga merupakan induk PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), yang dikenal sebagai operator proyek Fixed Wireless Access (FWA) atau program Internet Rakyat (IRA) milik WIFI.
Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com, WIFI sebelumnya telah menyatakan akan berfokus pada proyek FWA alih-alih jaringan FTTH untuk menggenjot arus kas. (ZH)