Goldman Sachs: Harga tembaga rentan turun jika Selat Hormuz tertutup
Selasa, 07 April 2026

JAKARTA - Goldman Sachs Group Inc. memperingatkan harga tembaga rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika Selat Hormuz tetap terblokir.
Seperti dikutip Bloombergtechnoz, peringatan ini muncul saat pasar logam bersiap menghadapi tenggat Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil.
“Kami melihat risiko jangka pendek cenderung ke arah penurunan jika arus di Selat tetap terganggu lebih lama dari skenario dasar kami, yang akan membuat harga energi tetap tinggi lebih lama dan kemungkinan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” kata para analis termasuk Aurelia Waltham dalam sebuah catatan.
Sebagian besar logam dasar berada di bawah tekanan meningkat sebulan terakhir, karena lonjakan harga minyak dan gas mengancam pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan komoditas industri.
Pasar menunjukkan ketidakpastian tinggi pada Selasa (7/4) karena investor mempertimbangkan ancaman Trump yang meningkat terhadap Teheran.
Meskipun skenario dasar Goldman mengasumsikan Selat mulai dibuka kembali pertengahan April, para analis mencatat bahwa tembaga sudah diperdagangkan jauh di atas nilai wajarnya sekitar US$11.100/ton.
Harga tembaga telah turun sekitar 7% sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Namun, tembaga masih didukung oleh pasar ketat di luar AS dan prospek penimbunan strategis yang luas, meski faktor ini bisa kurang berpengaruh jika terjadi skenario “sangat buruk” bagi ekonomi global yang diprediksi bank tersebut.
“Harga tembaga saat ini tidak didukung oleh fundamental, sehingga rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika prospek ekonomi memburuk dan investor mengurangi risiko,” tulis mereka.
Bank tersebut menurunkan perkiraan dasar tembaga tahun ini menjadi rata-rata US$12.650/ton, turun dari US$12.850/ton, sementara harga rata-rata tembaga tahun ini sekitar US$12.850/ton.
Harga tembaga naik 0,3% menjadi US$12.400/ton di London Metal Exchange (LME) pada pukul 11:25 pagi waktu Shanghai, sementara logam lainnya bergerak bervariasi. (DK)