Sari Roti ambil laba ditahan untuk bagi dividen, yield tembus 10,6%
Selasa, 07 April 2026

JAKARTA – Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), bersiap kembali merogoh kocek lebih dalam untuk pembagian dividen tahun buku 2025, yang ditetapkan sebesar Rp450 miliar, atau Rp80,04 per lembar.
Pasalnya, laba bersih Perseroan pada tahun 2025 hanya mencapai Rp258,52 miliar, ambles 28,7% secara tahunan. Beban yang membengkak semakin memperparah dampak penurunan pendapatan sebesar 4,4%.
Setelah menyisihkan Rp2 miliar dari laba bersih tersebut sebagai dana cadangan Perseroan, ROTI harus menggunakan sebagian saldo laba ditahan untuk mencukupi alokasi dividen tersebut.
“Mengambil sebesar Rp193,56 miliar dari akumulasi saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya tersebut untuk dibagikan sebagai dividen yang diterima oleh pemegang saham Perseroan,” tulis keterangan resmi, Selasa (7/4).
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 15 April, dengan pembagian dividen dijadwalkan pada 24 April 2026 mendatang.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, ini merupakan keenam kalinya ROTI merogoh saldo laba ditahan untuk pembagian dividen—membuat rasio pembayaran dividen melampaui 100%. Aksi ini dilakukan sejak tahun buku 2020.
Sebagai catatan, saldo laba ditahan ROTI per Desember 2025 tercatat mencapai Rp1,13 triliun.
Saham ROTI ditutup di level Rp755 per lembar pada Selasa (7/4), naik 1,34%. Di sisi lain, harga saham berada dalam tren turun sejak 5 tahun lalu, ambles hingga 44.69%.
Namun, dengan harga di level Rp755 dan dividen per saham Rp80,04, maka indikasi imbal hasil dividen (dividend yield) tahun buku 2025 mencapai 10,6%.
Sebagai catatan, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) bersama Bonlight Investments Ltd. mengendalikan 25,77% dan 20,79% saham ROTI—dengan Anthoni Salim dan Wendy Yap tercatat sebagai penerima manfaat akhirnya. (ZH)