Musk gugat OpenAI, desak Altman dan Brockman lengser
Rabu, 08 April 2026

JAKARTA - CEO Tesla sekaligus pendiri xAI, Elon Musk, mengajukan permintaan agar CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dicopot dari jabatan mereka.
Dikutip cnbc, permintaan itu tercantum dalam dokumen hukum terbaru menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini. Musk meminta langkah tersebut jika pengadilan menyatakan Altman dan OpenAI melakukan penipuan.
Musk menggugat Altman dan OpenAI pada 2024. Ia menilai perusahaan yang ikut ia dirikan telah “memanipulasi secara sistematis” dan “menyesatkan” dirinya hingga menyumbang US$38 juta dengan janji tetap menjadi organisasi nirlaba.
“Penggugat akan meminta perintah untuk mencopot Altman sebagai direktur dari dewan nirlaba OpenAI dan mencopot Altman serta Brockman dari posisi eksekutif di entitas komersial OpenAI,” kata tim hukum Musk dalam dokumen yang diajukan Selasa. “Pencopotan pengurus dan direktur lembaga amal merupakan langkah yang lazim jika mereka gagal menjaga atau menjalankan misi publik organisasi.”
Selain itu, Musk meminta pengadilan mengembalikan OpenAI menjadi organisasi nirlaba sepenuhnya. Saat ini, OpenAI menjalankan struktur baru, di mana entitas nirlaba memegang 26% saham di unit bisnis komersial, termasuk ChatGPT.
Proses seleksi juri dijadwalkan dimulai pada 27 April di pengadilan federal Oakland, California. Hingga kini, OpenAI belum memberikan tanggapan resmi.
Musk, Altman, dan sejumlah pihak mendirikan OpenAI sebagai laboratorium AI nirlaba pada 2015. Musk keluar pada 2018 setelah mendorong penggabungan dengan Tesla.
Pada 2023, Musk meluncurkan xAI sebagai pesaing langsung OpenAI. Perusahaan ini mengembangkan chatbot Grok dan teknologi AI lainnya. Pada Februari, SpaceX mengakuisisi xAI dalam transaksi yang menilai entitas gabungan bersama platform X mencapai US$1,25 triliun.
Di sisi lain, OpenAI mengirim surat kepada otoritas California dan Delaware untuk meminta penyelidikan atas dugaan perilaku anti-persaingan oleh Musk. Chief Strategy Officer OpenAI, Jason Kwon, menilai Musk berupaya melemahkan perusahaan, termasuk dengan “mengoordinasikan upayanya” bersama CEO Meta, Mark Zuckerberg.
Sebelumnya, tim hukum Musk menyatakan kliennya berhak atas ganti rugi hingga US$134 miliar dari OpenAI dan investor utamanya, Microsoft, yang disebut sebagai “keuntungan yang diperoleh secara tidak sah”.
Dalam dokumen terbaru, pengacara Musk menegaskan tuntutan untuk mengembalikan “seluruh keuntungan yang diperoleh secara tidak sah, termasuk milik Microsoft, ke organisasi nirlaba OpenAI.”(DH)