Gencatan AS-Iran dan reaksi positif FTSE dongkrak IHSG
Rabu, 08 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Rabu (8/4) hari ini, merespons gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dan keputusan FTSE Russel.
Analis CGS International Sekuritas ada dua hal yang menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pertama yaitu keputusan AS dan Iran untuk gencatan senjata sementara selama 2 pekan, serta keputusan FTSE Russel mempertahankan status Indonesia di Secondary Emerging Market.
“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 6.900/6.830 dan resist 7.040/7.115,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.
Sementara itu Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman, mengatakan dua sentimen tersebut harusnya memberikan short-term rally bagi pasar saham.
“Saham-saham yang kena pressure luar biasa, mendapatkan selling pressure yang sangat signifikan, potensinya akan rebound sangat besar hari ini,” kata Fath, dalam pemaparan yang disampaikan pagi ini.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI pada IHSG mendekati area overbought, diikuti pembentukan histogram positif pada MACD.
“Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi pada kisaran 6.900-7.100,” jelas analis Phintraco.
Namun meskipun potensi rebound bagi IHSG mendapat dukungan dari situasi geopolitik, analis Phintraco menilai ketidakpastian tetap tinggi. Sehingga IHSG diperkirakan cenderung bergerak sideways.
Dari kawasan emerging market Asia, sejumlah indeks saham yang telah mengawali perdagangan dibuka menguat. KOSPI melesat 5,69% dan Hang Seng naik 2,42%.
Sementara di pasar komoditas global, harga minyak mentah WTI merosot 14,30% ke US$96,80 per barel dan brent turun 13,22% ke US$94,82 per barel. Sebaliknya, komoditas logam mulia seperti emas di pasar spot naik 2,08% ke US$4.804 per troi ons dan silver melesat 6,07% ke US$76,33 per troi ons. (KR)