Status Indonesia di FTSE Russel bertahan, Vietnam naik kelas
Rabu, 08 April 2026

JAKARTA – Pengelola indeks global FTSE Russel mempertahankan status Indonesia di Secondary Emerging Market, setelah mendalami sejumlah inisiatif reformasi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO).
Dalam pengumuman yang disampaikan Selasa (7/4) kemarin, FTSE terus memonitor perkembangan sejumlah aturan baru di pasar modal Indonesia. Beberapa di antaranya termasuk peningkatan free float, pengungkapan data pemegang saham di atas 1%, dan data High Shareholding Consentration (HSC) di sejumlah emiten.
“Sejumlah inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah transparansi dan reabilitas data,” tulis FTSE dalam keterangan resminya.
Seperti yang telah disampaikan dalam pengumuman Februari kemarin, FTSE pun tak melakukan perubahan bobot maupun penghapusan saham Indonesia dari dalam indeks global mereka.
“FTSE Russel akan mengonfirmasi perlakuan untuk saham-saham Indonesia dalam review indeks pada Juni 2026 mendatang, dengan memperhitungkan kemajuan reformasi dan masukan dari pemegang kepentingan,” jelas FTSE.
Riset analis Stockbit Sekuritas Digital menilai penetapan status Indonesia di Secondary Emerging Market berpotensi menarik kembali modal asing ke sejumlah saham blue chip, didukung gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Dikombinasikan dengan konfirmasi status FTSE Secondary Emerging, risk premium Indonesia di mata investor asing berkurang,” tulis tim riset Stockbit Sekuritas dalam laporan pagi ini.
Dalam kesempatan yang sama, FTSE juga mengumumkan perkembangan interim untuk pasar modal Vietnam, yang di dalamnya termasuk rencana mengubah klasifikasi Vietnam dari Frontier ke Secondary Emerging Market.
Meskipun demikian, perubahan itu dijadwalkan efektif pada September 2026, menyusul sejumlah upaya perbaikan yang dilakukan oleh regulator setempat.
“Untuk mendukung transisi dan mengakomodasi partisipan pasar, inklusi Vietnam di indeks global FTSE Russel akan dilakukan dalam beberapa tahap,” tulis FTSE.
Merespons pengumuman terbaru dari FTSE, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu di zona hijau, dengan kenaikan hampir 3% hingga pukul 9.24 WIB.
Indeks acuan saham Vietnam yaitu VNI juga menguat 2,76% setelah sempat turun dalam sepekan terakhir. (KR)