Cadangan devisa RI turun 3 bulan beruntun, sisa US$148,2 miliar

Rabu, 08 April 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Maret 2026 mencapai US$148,2 miliar, turun 2,4% dari akhir Februari yang berada di level US$151,9 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penurunan itu disebabkan adanya penerbitan global bond pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu, kata Ramdan dalam keterangan yang disampaikan Rabu (8/4) hari ini, posisi cadangan devisa pada akhir Maret juga dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” jelas Ramdan.

Meskipun demikian, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada di level yang kuat, karena sanggup membiayai impor selama 6 bulan, atau mendukung impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah selama 5,8 bulan.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Ramdan, dengan menekankan saat ini standar kecukupan internasional untuk cadangan devisa sekitar 3 bulan impor.

Ramdan menambahkan, BI optimis ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga, didukung aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, imbuh Ramdan, BI akan terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah demi mendukung ketahanan eksternal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (KR)