Usai genjatan senjata AS-Iran, bitcoin naik ke level tertinggi 3 pekan
Rabu, 08 April 2026

NEW YORK - Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata awal, yang mendorong kenaikan aset berisiko.
Kripto terbesar itu sempat naik hingga 4,9% ke US$72.738, level tertinggi sejak 18 Maret, sebelum diperdagangkan sedikit di bawah US$72.000 pada pukul 10.45 Rabu (8 April) waktu Singapura.
Sementara itu, aset kripto lain juga menguat, dengan Ether melonjak hingga 7,4% ke US$2.273, mengutip dari Bloombergtechnoz.
“Bitcoin naik pagi ini didorong oleh gencatan senjata sementara dan meredanya kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut,” ujar Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets.
“Pergerakan pasar kripto kemungkinan akan mengikuti arah saham dan komoditas hari ini.”
Harga minyak mentah turun, sementara kontrak berjangka saham AS menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penangguhan serangan ke Iran selama dua minggu.
Langkah ini meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak, akan kembali dibuka.
Sejak konflik dimulai, pasar bergerak fluktuatif karena kekhawatiran gangguan pasokan minyak dapat memicu inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi global.
Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin menunjukkan ketahanan, didukung indikasi bahwa tekanan jual dari investor institusional mulai mereda.
Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot yang tercatat di AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$471,3 juta pada hari Senin (6/4), melonjak dari US$22,3 juta pada pekan sebelumnya.
Ini menjadi pembalikan signifikan dibanding arus keluar hampir US$300 juta pada minggu sebelumnya.
Sepanjang Maret, total arus masuk bersih mencapai sekitar US$1,3 miliar, menandai stabilisasi setelah empat bulan berturut-turut mengalami arus keluar sejak November 2025. (DK)