Korea kirim jet tempur KF-21 Juni ke RI setelah bayar lunas

Rabu, 08 April 2026

image

JAKARTA - Indonesia dan Korea Selatan menyepakati rencana pengiriman satu prototipe jet tempur KF-21 Boramae ke Jakarta, menandai kemajuan dalam program pengembangan bersama yang telah berjalan lebih dari satu dekade.

Dikutip defence-blog, kesepakatan awal dicapai dalam pembicaraan tingkat teknis pada Februari, berdasarkan dokumen yang diajukan oleh Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan dan dikutip anggota parlemen Kang Dae-sik.

Indonesia akan menerima prototipe kelima KF-21 satu kursi yang telah digunakan dalam berbagai uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara. Nilai paket mencapai sekitar 600 miliar won atau sekitar US$398 juta, sesuai dengan komitmen pendanaan terbaru Indonesia dalam proyek tersebut. Nilai ini mencakup harga pesawat, biaya pengembangan, serta dokumentasi teknis.

Pengiriman akan dilakukan setelah Indonesia melunasi sisa pembayaran. Pemerintah telah membayar 536 miliar won dan ditargetkan menyelesaikan kekurangan 64 miliar won pada Juni, bertepatan dengan penyelesaian fase pengembangan KF-21.

Program KF-21 diluncurkan Korea Selatan pada 2015 untuk membangun jet tempur supersonik multiguna dan memperkuat industri kedirgantaraan domestik. Indonesia bergabung sebagai mitra dengan skema berbagi biaya yang mencakup alih teknologi dan pengiriman satu prototipe.

KF-21 Boramae dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries sebagai jet tempur generasi baru bermesin ganda yang dirancang untuk misi tempur modern dan serangan presisi pada tahap lanjutan.

Prototipe yang akan dikirim memiliki nilai operasional karena telah digunakan dalam pengujian penting, termasuk kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

Kerja sama ini sempat menghadapi kendala akibat keterlambatan pembayaran dari Indonesia. Kedua negara kemudian menyepakati penyesuaian kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar won dengan pengurangan sebagian alih teknologi.

Rencana pengiriman prototipe menjadi sinyal bahwa kedua negara tetap mempertahankan kemitraan menjelang tahap produksi. Selain itu, kedua pihak juga membahas potensi pembelian 16 unit KF-21 produksi. Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi ekspor pertama bagi jet tempur tersebut dan memperkuat posisi Korea Selatan di pasar pertahanan global.