Sampoerna Agro divestasi bisnis hutan industri
Kamis, 27 November 2025

JAKARTA – PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melepas divisi bisnis hutan industri kepada Sampoerna Agri Resources Pte Ltd (SARPL) dalam transaksi yang berlangsung pada awal pekan ini (24/11). Pasca transaksi ini, SGRO dan SARPL tidak lagi di bawah pemegang saham yang sama yakni, Putera Sampoerna.
Dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (27/11), Eris Ariaman, Sekretaris Perusahaan SGRO menyampaikan telah terjadi transaksi pengalihan saham PT Hutan Ketapang Industri (HKI) kepada SARPL. “Nilai transaksi material Rp1,56 triliun atau 26% dari terhadap ekuitas perusahaan periode Juni 2025,” katanya.
Pada Laporan Keuangan Periode Juni 2025, total ekuitas SGRO sebesar Rp6,10 triliun.
Nilai transaksi yang tercatat tersebut mencakup, pengalihan 850.135 lembar saham SM di HKI senilai Rp990 miliar, novasi semua hak, kepemilikan, kewajiban dan kepentingan perusahaan berdasarkan surat fasilitas sebesar Rp544,44 miliar, dan pengalihan utang HKI ke PT Lanang Agro Bersatu (LAB) senilai Rp32,33 miliar.
Pelepasan saham milik SM di HKI ke SARPL terkait upaya restrukturisasi internal guna mengoptimalkan efisiensi dan fokus bisnis kelapa sawit yang menguntungkan. Divestasi bisnis HTI diproyeksikan akan mendongkrak kinerja keuangan SGRO.
Pada saat transaksi berlangsung, SGRO, SM, LAB dan SARPL memiliki hubungan afiliasi secara lansung dan tidak langsung oleh penerima manfaat dari kepemilikan saham yakni, Putera Sampoerna. Usai transaksi, maka SGRO tidak lagi terafiliasi dengan SARPL. (LK)