Strategy Inc. 'duduk' di atas unrealized loss US$14,5 miliar
Rabu, 08 April 2026

JAKARTA - Perusahaan Michael Saylor, pemilik Strategy Inc mencatat kerugian yang belum direalisasikan (unrealized loss) sebesar US$14,5 miliar atau sekitar Rp247 triliun pada kuartal pertama 2026.
Dikutip bloombergtechnoz, kerugian ini dipicu penurunan nilai kepemilikan Bitcoin yang melemah sekitar 20% dalam tiga bulan terakhir, menjadi penurunan terdalam sejak 2018. Dengan total portofolio kripto mencapai sekitar US$50 miliar, fluktuasi harga berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Perubahan standar akuntansi yang diadopsi sejak 2025 membuat nilai wajar Bitcoin harus diakui dalam laporan laba rugi, sehingga meningkatkan volatilitas hasil.
Perusahaan melaporkan telah membeli 4.871 Bitcoin senilai sekitar US$330 juta pada awal April, dengan harga rata-rata US$67.700 per koin. Akuisisi ini didanai melalui penerbitan saham biasa dan saham preferen, sebagaimana dilaporkan ke U.S. Securities and Exchange Commission.
Penurunan harga Bitcoin dari level tertinggi tahun lalu membuat nilai kepemilikan perusahaan berada di bawah harga rata-rata pembelian yang melebihi US$75.000 pada akhir kuartal. Meski sempat diperdagangkan di kisaran US$70.000, tekanan pasar mengurangi premi saham perusahaan yang sebelumnya menjadi andalan untuk mendanai akumulasi aset kripto.
Dalam kondisi pasar yang lebih ketat, Strategy kini lebih mengandalkan penerbitan saham preferen untuk membiayai pembelian Bitcoin. Instrumen ini menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 11,5% dan menghindari dilusi kepemilikan, meski meningkatkan kewajiban tetap. Perusahaan juga mengumumkan rencana penghimpunan dana hingga US$42 miliar melalui kombinasi saham biasa dan preferen.
Keberlanjutan model bisnis ini bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk naik lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kewajiban perusahaan. Saat ini, Strategy memiliki cadangan kas sekitar US$2,25 miliar, yang dinilai cukup untuk menutup kewajiban bunga dan distribusi selama lebih dari dua tahun.(DH)