DPR panggil gubernur BI usai rupiah tembus Rp17.105 per dolar AS

Kamis, 09 April 2026

image

JAKARTA – Komisi XI DPR RI memanggil pimpinan Bank Indonesia (BEI) dalam agenda rapat kerja yang berlangsung pada Rabu (8/4) hari ini, tepat setelah nilai tukar rupiah menembus Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan itu membawa rupiah berada di level terendah sepanjang sejarah, seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya.

Dalam rapat tersebut, DPR meminta penjelasan BI atas perkembangan terbaru sistem keuangan Indonesia, di tengah dinamika global. Salah satunya termasuk perkembangan nilai tukar rupiah dan arus modal di dalam negeri.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bank sentral telah mengarahkan sebagian besar fokus kebijakan untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah, yang telah turun lebih dari 2% sejak awal 2026.

Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh BI, kata Perry, termasuk penggunaan cadangan devisa untuk intervensi rupiah, baik di pasar luar negeri (offshore) Non Delivery Forward (NDF) maupun di pasar spot dalam negeri.

“Sehingga kami jaga nilai tukar terkendali dan ke depan akan tetap kami jaga,” kata Perry, dalam pemaparan yang disampaikan kepada Komisi XI DPR.

Selain itu, Perry memaparkan bahwa tekanan pada nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia.

Menurutnya, kondisi dunia yang semakin memburuk di tengah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan perang di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang menekan pasar keuangan dan ekonomi global. Mulai dari volatilitas harga komoditas, gangguan supply chain, dan dampak langsung ke pasar keuangan.

“Kami perlu merekalibrasi berbagai kebijakan yang kami lakukan,” jelas Perry.

Mengenai langkah kalibrasi kebijakan itu, Perry mengatakan beberapa langkah yang akan diambil termasuk pembatasan suku bunga acuan, menyesuaikan alokasi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) melalui pasar sekunder yang nilainya sejak awal tahun mencapai Rp90,05 triliun.

“Ini adalah beberapa rekalibrasi kebijakan moneter lebih banyak untuk stability,” ungkap Perry.

Pada perdagangan Rabu (8/4) hari ini, nilai tukar rupiah tutup di level Rp17.012 per dolar AS setelah melemah 0,54%. Rupiah sempat menguat dan menyentuh Rp16.968 per dolar AS pada 14.44 WIB, namun kembali melemah di atas Rp17.000. (KR)