Prinsep Indo HLD jual 2,45 miliar saham FAPA, lepas status pengendali
Kamis, 09 April 2026

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham lebih dari 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/4), menampilkan penjualan 2,45 miliar saham produsen sawit PT FAP Agri Tbk (FAPA) yang dilakukan oleh PT Prinsep Indo HLD.
Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Prinsep Indo menjual saham FAPA lewat PT Ciptadana Sekuritas Asia, membuat porsi sahamnya turun dari 79,31% menjadi 11,57% saja.
Penurunan tersebut mengubah status Prinsep Indo dari pemegang saham mayoritas menjadi minoritas.
Di sisi lain, PT Trinugraha Thohir Harmoni tercatat sebagai investor baru perusahaan otomotif PT Industri Dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) dengan porsi saham sebesar 5%. Investor ini membeli 750,67 juta saham CARS melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).
Sementara itu PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara membeli hampir 13,04 juta saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) lewat Melalui PT Yakin Bertumbuh Sekuritas, membuat kepemilikan sahamnya kini mencapai 59,77%.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, membeli 1,19 juta saham emiten rumah sakit PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) lewat PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Porsi sahamnya di emiten layanan kesehatan ini naik tipis menjadi 84,82%.
Sebagai informasi, tidak ada perdagangan saham pada Jumat (3/4) karena libur panjang akhir pekan Paskah. Data petunjuk pasar berikutnya berasal dari perdagangan pada Senin (6/4).
Emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melancarkan aksi buyback saham, dengan membeli 25 juta lembar. Total saham treasuri BUKA pun meningkat jadi 10,7% atau sekitar 11,03 miliar lembar.
Investor asing MDIH (Singapore) Pte Ltd turut menambah 5,66 juta lembar saham emiten ritel alat rumah tangga PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) melalui BUT Standard Chartered Bank, membuat kepemilikannya meningkat jadi 35,52%.
Selanjutnya, PT Samuel Sekuritas Indonesia mengurangi porsi saham di dua emiten sekaligus.
Pertama, investor ini menjual 359,54 juta saham perusahaan properti PT Sentul City Tbk (BKSL), namun tetap menyisakan kepemilikan 5,32%.
Samuel Sekuritas juga menjual 19,89 juta saham rumah produksi PT MD Entertainment Tbk (FILM), namun tetap menyisakan 10,53% saham. Kedua transaksi tersebut difasilitasi oleh PT Samuel Sekuritas Indonesia.
Tidak hanya itu, PT Andhesti Tungkas Pratama menjual 103 juta saham kontraktor pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), melalui Trimegah Sekuritas dan membuat porsi sahamnya turun menjadi 7,52%.
Terakhir, investor asing Citibank Hong Kong S/A Glencore International Investments Ltd kini memegang 6,41% saham, setelah menjual 5 juta lembar saham emiten tambang mineral PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Penjualan ini dilakukan melalui Citibank, N.A. (KD/KR)
Ingin melihat dengan mudah daftar pemegang saham emiten di atas 1%? Klik di sini.