Penguatan rupiah dan Wall Street mendukung reli IHSG

Kamis, 09 April 2026

image

JAKARTA ­– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan ke resistance berikutnya, setelah rupiah dan sejumlah indeks utama di Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (8/4) kemarin.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan IHSG mendapat dukungan dari harga komoditas mineral global, yang mencatat kinerja positif menyusul gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang turut menjadi sentimen positif di pasar.

“Menguatnya nilai tukar rupiah dan mulai adanya aliran dana masuk investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan,” jelas analis CGS International, yang memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan dengan kisaran support 7.200/7.120 dan resist 7.360/7.440,” jelas analis CGS International.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi tajam harga minyak mentah sebelumnya menjadi penopang IHSG.

Secara teknikal, analis Phintraco menyebut pembentukan histogram positif pada IHSG telah berlanjut dan didukung kenaikan volume beli.

“Stochastic RSI juga mengindikasikan penguatan IHSG berpotensi berlanjut. IHSG telah menembus level MA5 dan MA20. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance berikutnya di 7.300-7.350,” ungkap analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Dari kawasan emerging market Asia, indeks KOSPI mengawali perdagangan di zona merah dengan penurunan 0,82%.

Namun ETF iShares MSCI All Country Asia ex Japan atau AAJX mencatat kenaikan 5,39% di bursa New York. Sementara ETF iShares MSCI Indonesia atau EIDO juga menguat 4,37% di bursa yang sama.

Harga minyak mentah WTI berbalik menguat 3,11% dan brent naik 2,83% masing-masing di kisaran US$97 per barel pada pembukaan sesi Asia. Sedangkan harga komoditas logam mulia seperti emas di pasar spot melemah 0,30% ke US$4.704 per troi ons. (KR)