Harga spot minyak brent tembus US$120, pasokan global tetap ketat

Kamis, 09 April 2026

image

JAKARTA - Harga spot minyak brent tetap bertahan di atas US$120 per barel meski Amerika Serikat (AS) dan Iran memulai gencatan senjnata. Level harga ini dinilai sebagai gangguan pasokan yang belum mereda di tengah ketatnya pasokan minyak dalam bentuk fisik.

Dikutip CNBC, menurut data S&P Global, harga spot untuk pengiriman 10-30 hari tercatat US$124,68 per barel pada Rabu. Angka ini turun sekitar US$19,75 setelah kesepakatan gencatan senjata, namun masih jauh di atas harga kontrak berjangka brent Juni yang berada di kisaran US$94,75.

Pendiri Energy Aspects, Amrita Sen, menyebut kondisi pasar mencerminkan disrupsi nyata di jalur distribusi minyak global. Ia menilai penurunan lalu lintas tanker di Selat Hormuz memaksa produsen Timur Tengah memangkas produksi hingga 13 juta barel per hari. Pengalihan kapal tanker ke AS juga diperkirakan menghambat pemulihan pasokan dalam waktu dekat.

“Ini benar-benar berantakan,” ujarnya.

Analis Kpler, Amena Bakr, menambahkan ratusan juta barel minyak telah keluar dari pasar selama konflik berlangsung. Ia memperkirakan pemulihan kapasitas produksi dapat memakan waktu hingga lima bulan, bergantung pada stabilitas gencatan senjata.

“Pemulihan bergantung pada berapa lama gencatan senjata ini berlangsung,” katanya.

Sementara itu, CEO Kuwait Petroleum Corporation, Sheikh Nawaf al-Sabah, menyatakan pemulihan produksi di kawasan Teluk tidak terjadi seketika. Ia memperkirakan sebagian output bisa kembali dalam hitungan hari, namun kapasitas penuh baru tercapai dalam tiga hingga empat bulan berikutnya. (DH/KR)