Prabowo dorong currency swap agar RI tak bergantung pada dolar AS
Kamis, 09 April 2026
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong kebijakan bilateral currency swap dengan sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, agar nilai tukar rupiah tak bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS).
Sebagai catatan, kebijakan bilateral currency swap ini memungkinkan bank sentral untuk saling bertukar mata uang, demi mengurangi eksposur pada mata uang tertentu.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koodinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikut Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, di Istana Negara pada Rabu (8/4).
“Bapak Presiden juga mengarahkan bilateral currency swap untuk dilanjutkan dengan beberapa negara,” jelas Airlangga, dalam konferensi pers setelah rapat kerja tersebut.
Beberapa negara yang telah bekerja sama dengan Indonesia, kata Airlangga, termasuk Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.
“Ke depan, beberapa negara juga perlu didorong,” imbuhnya.
Airlangga menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan langkah bank sentral yang telah melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, setelah sempat melemah ke level terendah sepanjang sejarah di Rp17.105 per dolar AS.
Menghadapi pelemahan itu, Bank Indonesia (BI) telah melaporkan upaya stabilisasi rupiah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (8/4) kemarin. Beberapa upaya yang telah diambil termasuk intervensi di pasar spot domestik Non-Delivery Forward (NDF), hingga menjaga BI Rate di 4,75%.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu telah beranjak menguat 0,54% dan mencapai Rp17.012 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
Secara keseluruhan, Airlangga mengaku ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini tetap terjaga, dengan pertumbuhan 5,5%. (KR)