Atasi rute penerbangan haji, Garuda diminta patungan dengan Saudia
Kamis, 09 April 2026

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara untuk mendirikan perusahaan patungan atau joint venture, antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Saudia Airlines.
Menurut presiden RI ke delapan itu, operasi GIAA selama ini terbilang kurang efisien, karena kembali ke Indonesia tanpa penumpang setelah mengantar jemaah haji.
“Ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal,” kata Prabowo, dalam taklimat yang disampaikan kepada jajaran anggota Kabinet Merah Putih, pada Rabu (8/4) kemarin.
Untuk itu, Prabowo mengaku telah memberi instruksi kepada Danantara untuk mendekati Saudia Airlines, agar bersedia mendirikan joint venture bersama GIAA.
“Kenapa enggak kerja sama bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi dan 50% Indonesia?” jelas Prabowo, dengan menegaskan perintah ini telah disampaikan sekitar dua bulan lalu.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, GIAA mengangkut keberangkatan 90.933 jemaah haji asal Indonesia pada 2025, didukung dengan 14 armada pesawat berbadan besar.
Seluruh jemaah itu terbagi dalam 246 kelompok terbang atau kloter, yang diberangkatkan dari tujuh embarakasi dari Aceh hingga Lombok.
Laporan IDNFinancials.com sebelumnya juga menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan biaya haji sebesar Rp2 juta per penumpang, meskipun harga avtur mencatat lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir. (KR)