Indonesia siapkan 5,3 juta ton CPO untuk jadi biodiesel B50
Kamis, 09 April 2026

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pasokan minyak sawit mentah (CPO) untuk mendukung implementasi mandatori biodiesel 50% (B50), yang mulai berlaku 1 Juli 2026.
Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyatakan alokasi CPO telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan program tersebut.
“Itu 5,3 juta ton CPO kita yang kita ubah menjadi biofuel, ini arahan presiden,” ujar Amran dikutip Antaranews.
Program B50 mengatur pencampuran 50% biodiesel berbasis sawit dengan 50% solar. Kebijakan ini adalah bagian dari strategi pemerintah, dalam mendorong penggunaan energi berbasis nabati sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan domestik.
Indonesia disebut menguasai sekitar 60% pasar CPO global, sehingga memiliki ruang untuk menyeimbangkan kebutuhan ekspor dan konsumsi dalam negeri. Ekspor CPO tercatat meningkat dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton, dengan 3,5 juta ton dialokasikan khusus untuk program B50.
Kenaikan produksi nasional sekitar 6 juta ton turut menopang kebijakan ini, didorong harga global yang lebih tinggi dan peningkatan produktivitas petani. Pemerintah memastikan alokasi untuk biodiesel tidak mengganggu ekspor karena produksi yang meningkat.
"Target B50 akan tercapai tahun ini, dan kami bekerja sama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia," kata Amran.
Pemerintah menilai kebijakan ini akan memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong aktivitas ekonomi di daerah penghasil sawit.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut implementasi B50 berpotensi menghemat subsidi hingga Rp48 triliun. (DH/KR)