Serangan Israel ke Lebanon bebani pasar saham, IHSG tetap menguat

Kamis, 09 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 0,39% pada penutupan perdagangan Kamis (9/4) hari ini, setelah sempat turun 1,2% saat pembukaan.

Indeks tutup di level 7.307,59 atau tepat di level tertingginya hari ini, setelah sempat mencapai level terendah di 7.191.

Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan IHSG di awal sesi disebabkan oleh sentimen geopolitik, imbas serangan Israel ke Lebanon, di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dalam catatan yang disampaikan siang ini, analis Phintraco menilai serangan tersebut menambah ketidakpastian rencana pembukaan Selat Hormuz.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp16,98 triliun, turun 25,6% dari nilai transaksi di seluruh pasar pada Rabu (8/4) kemarin. Sementara jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 29 miliar lembar.

Saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat nilai transaksi terbesar, masing-masing Rp1,19 triliun dan Rp1,05 triliun. Namun harga saham keduanya ditutup melemah, masing-masing 4,07% dan 1,80%.

Sementara saham lain dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatat kenaikan harga signifikan masing-masing 14% dan 16,42%.

Sebagai catatan, BREN dan DSSA merupakan dua di antara sembilan saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi di bawah entitas tertentu, menurut pengumuman bursa pada awal April.

Dari kawasan emerging market Asia, indeks saham bergerak variatif. Indeks KOSPI Korea turun 1,61% dan NIFTY India turun 1,16%. Sementara PCOMP Filipina melesat 2,22% dan TWSE Taiwan naik 0,29%.

Sementara di pasar valuta asing, mata uang negara emerging market Asia kompak melemah terhadap dolar AS.

Pelemahan terdalam dipimpin oleh peso Filipina yang melemah 0,55% terhadap dolar AS, disusul rupiah yang melemah 0,46% dan ringgit Malaysia 0,24%. Di tengah pelemahan ini, indeks dolar AS (DXY) turun 0,10% ke level 99,03 hingga pukul 16.14 WIB. (KR)