Petinggi Palantir jual jual saham picu kekhawatiran investor
Kamis, 27 November 2025

WASHINGTON - Palantir menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik tahun ini, melonjak lebih dari tiga kali lipat berkat derasnya arus dana ke sektor AI.Namun aksi jual oleh para petinggi perusahaan belakangan ini mulai memicu tanda tanya.Seperti dikutip thestreet.com, CEO Alex Karp dan beberapa eksekutif senior menjual lebih dari US$200 juta saham Palantir.Karp sendiri melepas 585.000 saham senilai US$96 juta. Dalam kondisi saham sedang terkoreksi dan sentimen pasar terhadap AI mulai mendingin, aksi jual bersama seperti ini otomatis menarik perhatian.Beberapa hal yang membuat investor waspada:• Karp menjual saham senilai US$96 juta• Presiden dan CTO Palantir ikut menjual• Total penjualan terencana: lebih dari US$207 juta• Waktunya bersamaan dengan pelemahan sahamPadahal, secara fundamental Palantir sedang berkembang pesat. Pendapatan kuartal III melonjak 63%, platform AI mereka banyak diadopsi pemerintah dan sektor swasta, dan perusahaan baru saja memperoleh izin keamanan penting untuk ekspansi di Australia.Model system analis bertenaga AI bahkan menurunkan peringkat Palantir dari Buy ke Hold, dan memangkas target harga dari US$232 menjadi US$188, menyoroti valuasi yang “kemahalan.”Dengan P/E lebih dari 1.500x, Palantir menjadi salah satu saham teknologi paling mahal di pasar.Valuasi Palantir saat ini P/E lebih dari 1.500x, EV/EBITDA mendekati 400x dan Price-to-book di atas 50x.Sebagai perbandingan, S&P 500 memiliki forward P/E sekitar 21x, sementara Microsoft dan Nvidia, dua raksasa AI, diperdagangkan pada valuasi jauh lebih rendah dengan pendapatan yang jauh lebih besar.Fundamental Palantir tetap solid. Namun kombinasi valuasi ekstrem, aksi jual insider yang masif, dan optimisme pasar AI yang mulai memudar membuat banyak investor memilih lebih waspada. (DK)