Dominasi aksi jual asing batasi penguatan IHSG

Jumat, 10 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada hari terakhir perdagangan pekan ini, meskipun dibatasi net sell dari investor asing yang mencapai Rp1,77 triliun pada Kamis (9/4).

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal tetap berada di jalur penguatan, setelah berhasil tutup di atas level Moving Average (MA) 20 dan didukung pembentukan histogram positif pada MACD.

“Sehingga IHSG diperkirakan bergerak cenderung menguat menguji level 7.350,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan indeks Wall Street pada Kamis, dinilai jadi sentimen positif bagi IHSG. Namun aksi net sell investor asing dari pasar saham Indonesia berpotensi jadi sentimen negatif.

“IHSG diprediksi bergerak melanjutkan penguatannya dengan support 7.191/7.084 dan resistance 7.423/7.528,” jelas analis CGS International.

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG pada akhir perdagangan Kamis mendapat dukungan dari sejumlah saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN).

Dengan adanya net sell asing dan sentimen negatif dari proyeksi Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia, analis BRI Danareksa memperkirakan IHSG tetap berpotensi menguat terbatas, dengan dalam rentang 7.200-7.310.

Dari kawasan emerging market Asia, sejumlah indeks saham yang telah mengawali perdagangan bergerak menguat. KOSPI memimpin dengan kenaikan 2,39%, TWSE Taiwan naik 1,10% dan Hang Seng naik 0,54%. (KR)