Purbaya: Bank Dunia salah hitung, dosa besar ke RI
Jumat, 10 April 2026

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai hitungan Bank Dunia atau World Bank, yang baru saja menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke 4,7% pada 2026, sebagai kesalahan besar.
Menurut menteri yang memperoleh gelar Doktor dari Purdue University ini, langkah Bank Dunia seolah menghitung Indonesia mendekati fase resesi.
“Tapi yang penting untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang membaik,” jelas Purbaya, saat memberi keterangan pers usai Sidang Debottlenecking ke-6 di Jakarta, pada Kamis (9/4).
Purbaya mengatakan hitungan Bank Dunia tentu berdasarkan faktor lonjakan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir. Padahal menurut Purbaya, harga minyak mentah dunia telah berangsur pulih dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau sebulan dari sini harga banyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya,” ungkap Purbaya.
Tak hanya itu, Purbaya juga menilai pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan Bank Dunia sebagai “dosa besar”, karena menimbulkan sentimen negatif di dalam negeri.
“Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka, ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal,” imbuh Purbaya.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% untuk 2026.
Dalam laporan Bank Dunia bertajuk East Asia and Pacific (EAP) Economic Update April 2026, yang disampaikan pada Kamis, lembaga keuangan internasional dengan 189 negara anggota ini menyoroti sejumlah risiko penghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mulai dari sensitivitas ekonomi Indonesia terhadap harga komoditas global, hingga risiko kebijakan fiskal dan moneter dalam negeri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (KR)