Rupiah sentuh rekor terendah Rp17.123, dolar AS menguat

Jumat, 10 April 2026

image

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot kembali mencetak rekor terendah baru di Rp17.123 pada pukul 10.24 WIB, Jumat (10/4) hari ini.

Ini merupakan level terendah bagi mata uang rupiah terhadap dolar AS, setelah sempat mencapai level terendah di Rp17.105 pada Selasa (7/4) kemarin. Namun hingga pukul 11.36 WIB hari ini, nilai tukar rupiah berangsur pulih ke Rp17.101 menurut data Bloomberg.

Sebelumnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah memaksa Bank Indonesia (BI) untuk intervensi melalui berbagai mekanisme.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa bank sentral telah konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dengan intervensi di pasar domestik Non-Deliverable Forward (NDF) dan offshore.

Sejak awal bulan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah turun sekitar 0,6% dan menembus Rp17.000. Posisi rupiah pun berada di jajaran mata uang terburuk di antara negara Asia.

Dalam rapat dewan gubernur BI Maret lalu, Perry mengaku terus melajukan langkah rekalibrasi kebijakan bank sentral, untuk mendukung stabilitas rupiah. Upaya rekalibrasi termasuk menambah alokasi lelang Sekuritas Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta menahan BI Rate tetap di level 4,7%.

Dari kawasan emerging market Asia, sejumlah mata uang menunjukkan kinerja beragam. Baht Thailand melemah 0,44% terhadap dolar AS, won Korea melemah 0,36% dan yuan China relatif stabil.

Mata uang ringgit Malaysia menguat 0,43%, rupee India naik 0,18% dan peso Filipina naik 0,4% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) berbalik menguat 0,5% ke level 98,87. Sebelumnya, indeks yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang global ini konsisten melemah dalam 4 hari terakhir. (KR)