Asing jual saham terkonsentrasi, BREN dan DSSA outflow terbesar
Jumat, 10 April 2026

JAKARTA – Saham-saham dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) mendapat tekanan jual dari investor asing dalam sepekan, namun beberapa di antaranya justru mencatatkan net buy atau pembelian bersih.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan daftar HSC, yang di dalamnya mencakup 9 emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham tinggi di bawah grup tertentu.
BEI menegaskan masuknya 9 emiten dalam daftar itu tidak lantas mengindikasikan adanya pelanggaran.
Namun pengungkapan data ini membuat data kepemilikan publik yang dilaporkan oleh emiten, tidak mencerminkan free-float sebenarnya, sebagaimana dikhawatirkan oleh pengelola indeks global MSCI sejak 2025.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com dari Stockbit Sekuritas Digital, 7 dari 9 emiten yang masuk dalam daftar HSC mencatatkan net sell atau penjualan bersih dari investor asing.
Berikut data net sell pada 7 emiten yang masuk dalam daftar HSC sepanjang 3-9 April 2026:
Net Sell di Saham HSC:
Net Buy di saham HSC:
Berdasarkan data tersebut, saham DSSA dan BREN mencatat outflow terbesar dalam sepekan. Sementara 7 emiten lainnya dari SOTS hingga IFSH mencatat net outflow meskipun masing-masing tak lebih dari Rp1 miliar.
Sementara 2 di antara 9 saham yang masuk dalam daftar HSC, yaitu RLCO dan AGII justru mencatat net buy dari investor asing.
Laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat adanya konsentrasi kepemilikan 7 investor di RLCO, yang menguasai lebih dari 70% free float atau 20% saham publik. Tiga di antaranya memiliki keterkaitan dengan kelompok usaha Samuel.
Pada perdagangan Jumat (10/4) hari ini, mayoritas saham dalam daftar HSC mencatat kenaikan harga, dipimpin MGLV yang mencapai 10% dan LUCY 9,76%. Sementara harga BREN sebagai saham dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam daftar ini hanya naik 1,75%. (KR)