IHSG ke level tertinggi 1 bulan, didukung saham bank hingga Barito

Jumat, 10 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir pekan ini di zona hijau, dengan kenaikan 2,07% atau 150,91 poin dan bertahan di 7.458,50.

Kenaikan ini mempertahankan posisi IHSG sebagai indeks saham dengan performa terbaik, di kawasan emerging market Asia sejak sesi pertama.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp18,13 triliun, meningkat 6,8% dari total transaksi Kamis (9/4) kemarin. Sementara volume saham yang diperdagangkan di seluruh pasar mencapai 42,94 miliar lembar.

Di tengah penguatan IHSG, transaksi tertinggi diserap oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Nilai transaksi di dua saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar ini, masing-masing mencapai Rp1,19 triliun dan Rp1,11 triliun.

Harga saham BBRI ditutup menguat 3,35% dan BBCA 3,47%, sejalan dengan kenaikan indeks sektor keuangan yang menguat 3,02%.

Sementara dua lain di jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), juga ditutup naik masing-masing 1,75% dan 16.83%.

Namun nilai transaksi pada dua saham afiliasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu ini, jauh lebih rendah dibandingkan BBRI dan BBCA. Total transaksi di saham BREN hanya Rp220 miliar dan TPIA Rp286 miliar.

Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham mencatat kenaikan. Namun PSEi Filipina jadi satu-satunya indeks yang melemah, meskipun hanya 0,19%.

Sementara di pasar valuta asing, mata uang emerging market Asia bergerak variatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Won Korea melemah 0,63%, peso Filipina melemah 0,40%, baht Thailand turun 0,39%, serta rupiah turun 0,8% dan bertahan di Rp17.104 per dolar AS.

Sedangkan mata uang lain seperti rupee India menguat 0,13% dan ringgit Malaysia naik 0,31% terhadap dolar AS. (KR)