Kebijakan tarif berdampak inflasi dan pengangguran
Kamis, 27 November 2025

JAKARTA – Analisis dari Bank Sentral Regional San Fransisco (Federal Reserve Bank of San Francisco) menyebutkan bahwa kebijakan tarif memengaruhi gerak inflasi dan tingkat pengangguran. Kesimpulan ini muncul dari analisis dengan menggunakan serangkaian data perdagangan internasional selama empat dekade terakhir.
Mengutip Foxbusiness.com pada Kamis (27/11), Oscar Jorda dan Fernanda Nechio, analis dari Departemen Penelitian Ekonomi The San Francisco Fed, menyebutkan penelitian menggunakan data perdagangan internasional selama empat dekade untuk mengukur pergeseran ekonomi yang disebabkan tarif.
"Tarif dapat memengaruhi rantai pasokan, investasi, dan biaya output perusahaan, yang mengakibatkan efek sisi penawaran seperti inflasi yang lebih tinggi dan pengangguran yang lebih tinggi," tulis para ekonom.
Selain itu, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tarif juga dapat memengaruhi pengeluaran, yaitu sisi permintaan ekonomi yang melemah, artinya pengangguran lebih tinggi tetapi inflasi lebih rendah.
"Estimasi menggunakan 40 tahun data internasional menunjukkan bahwa, setelah perubahan tarif, pada awalnya tingkat pengangguran meningkat dan inflasi menurun. Namun, seiring waktu, tingkat pengangguran kembali ke tingkat normal sementara inflasi meningkat," kata mereka dalam laporan itu.
Menurut peneliti itu, peningkatan pengangguran dan penurunan inflasi cenderung segera mengikuti kenaikan tarif yang menyerupai guncangan permintaan negatif, karena konsumen dan bisnis menarik kembali pengeluaran, yang memperlambat ekonomi dan inflasi. Dengan kata lain, tarif bertindak seperti rem pada sisi permintaan ekonomi.
"Perusahaan dapat menahan pengeluaran investasi sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan perdagangan di masa depan, karena kebijakan tarif akan mendorong mereka untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka mengatur rantai pasokan mereka. Konsumen dapat merespons dengan hati-hati terhadap lingkungan baru dengan memperlambat permintaan mereka terhadap produk dan layanan," kata peneliti tersebut.
San Francisco Fed adalah salah satu dari 12 bank federal regional di Amerika Serikat di bawah The Fed, Bank Sentral AS. (LK)