WBSA tutup hari pertama dengan ARA, antrean beli masih 28,5 juta lot

Jumat, 10 April 2026

image

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menjadi emiten pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2026. Di hari debutnya, Jumat (10/4), harga sahamnya langsung menyentuh batas auto-reject atas (ARA).

WBSA melepas 1,8 miliar saham kepada publik dengan harga Rp168 per lembar, yang setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Dengan demikian, WBSA meraup total Rp302,4 miliar dari aksi korporasi tersebut.

WBSA berencana menggunakan sekitar Rp215 miliar dana hasil IPO untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan memperkuat operasi layanan logistik perseroan.

Sebagai catatan, BIL adalah entitas afiliasi WBSA, karena memiliki penerima manfaat akhir yang sama yaitu Edwin Wibowo dan Andree.

Setelah IPO, WBSA masih berada di bawah kendali Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. asal Singapura, dengan kepemilikan 7,01%, disusul PT Permata Gandaria Indah dengan kepemilikan 0,24%.

Sebagai catatan, di akhir perdagangan hari ini, Jumat (10/4), WBSA masih menjadi incaran banyak investor, dengan total antrean beli mencapai 28,55 juta lot.

Namun, berdasarkan data dari Stockbit, hingga penutupan pasar hari ini, Jumat (10/4), WBSA belum mencatatkan pembeli asing yang masuk. Foreign buy tercatat masih nihil, sedangkan foreign sell mencapai Rp1,7 juta. (ZH)