Ganti Telegram, Rusia jadikan Wechat dan Douyin model aplikasi Max

Sabtu, 11 April 2026

image

MOSKOW – Pemerintah Rusia kini melirik kesuksesan ekosistem digital China sebagai cetak biru untuk pengembangan aplikasi pesan domestiknya yang tengah kesulitan, Max.

Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan internet yang dikendalikan negara VK, Vladimir Kiriyenko, pada hari Rabu menyatakan bahwa mereka menjadikan aplikasi pesan WeChat milik raksasa teknologi Tencent serta Douyin (saudara dari aplikasi TikTok) sebagai model acuan utama.

Langkah strategis ini sejalan dengan dorongan kuat dari Kremlin yang mendesak warga Rusia untuk menggunakan Max dan meninggalkan Telegram. Meski demikian, upaya transisi ini tengah menghadapi perlawanan sengit dari para pengguna yang menilai fungsionalitas Max masih tertinggal jauh di belakang rivalnya.

Telegram sendiri diketahui telah berevolusi dari sekadar aplikasi pesan menjadi platform raksasa yang menyediakan layanan bagi pengguna bisnis, peluang monetisasi bagi pembuat konten, hingga transaksi kripto (crypto).

Kremlin memandang "ekonomi platform" terintegrasi semacam ini di mana niaga-el dan bank terkait membantu bisnis menjangkau pelanggan—sebagai alat utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Rusia yang sedang melambat.

Seperti dikutip Reuters (08/04/2026), Kiriyenko menjelaskan bahwa Max akan mengikuti jejak WeChat dengan menggunakan platform terbukanya untuk mengintegrasikan chatbot pihak ketiga demi menciptakan layanan baru bagi sektor bisnis. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 500.000 perusahaan yang terdaftar di aplikasi Max.

"Model Asia, WeChat sering disebut sebagai contoh, menjadi sukses berkat sistem terbukanya," ungkap Kiriyenko dalam sebuah konferensi di Moskow, seraya menekankan bahwa kemitraan merupakan kunci keberhasilan ekosistem tersebut.

Sebagai referensi nyata dari integrasi tersebut, bulan lalu Tencent meluncurkan alat bernama ClawBot untuk menghubungkan WeChat dengan OpenClaw, yakni agen kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka yang dapat melakukan tugas-tugas kompleks seperti mentransfer berkas dan mengirim surel (email) atas nama pengguna.

Di luar dominasi perpesanan, Kiriyenko menyebut bahwa perusahaannya juga sedang mempelajari secara mendalam keahlian Douyin dalam membangun platform niaga-el (e-commerce) yang sukses berbasiskan format video pendek.

"Saat orang mengonsumsi konten, mereka juga mengikuti kreator yang mempromosikan produk dan layanan tertentu di bidang seperti kecantikan, kesehatan, dan mode. Jadi sekarang saya sedang berupaya mengembangkannya ke dalam format yang lebih kolaboratif," jelasnya.

Di bawah kepemimpinan Kiriyenko yang diangkat untuk menakhodai VK pada tahun 2021 dan merupakan putra dari Sergei Kiriyenko, mantan perdana menteri sekaligus wakil kepala pertama administrasi Kremlin yang saat ini sangat berpengaruh pengembangan Max diproyeksikan akan terus diakselerasi guna mengejar ketertinggalan teknologi domestik Rusia. (SF)