Bandara Eropa hadapi krisis avtur, maskapai siapkan pembatalan
Sabtu, 11 April 2026

JAKARTA - Industri bandara Eropa memperingatkan potensi krisis bahan bakar jet dalam tiga pekan ke depan yang dapat mengganggu operasional penerbangan dan menekan ekonomi kawasan. ACI Europe menyebut gangguan pasokan berisiko merusak konektivitas udara dan aktivitas bandara.
Dikutip cnbc, dalam surat kepada Komisioner Transportasi Uni Eropa Apostolos Tzitzikostas, ACI Europe menyoroti dampak ekonomi yang serius jika pasokan tidak segera pulih.
“Pada tahap ini, kami memahami bahwa jika lalu lintas melalui Selat Hormuz tidak kembali normal secara signifikan dan stabil dalam tiga minggu ke depan, kekurangan bahan bakar jet secara sistemik akan menjadi kenyataan bagi Uni Eropa,” tulis ACI Europe.
Ancaman ini muncul menjelang musim liburan musim panas, periode krusial bagi ekonomi Eropa. Sektor penerbangan menyumbang sekitar 851 miliar euro terhadap PDB dan mendukung 14 juta lapangan kerja.
Konflik AS dan Israel dengan Iran sejak akhir Februari menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz dan mendorong harga minyak melampaui US$100 per barel. Kenaikan harga energi langsung memukul maskapai, dengan harga avtur melonjak 103% secara bulanan pada Maret, menurut International Air Transport Association.
Harga avtur di Amerika Serikat hampir dua kali lipat, dari US$2,50 per galon pada akhir Februari menjadi US$4,88 pada awal April. Meski AS dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan, jalur pelayaran utama tersebut belum kembali normal. Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz.
Harga minyak tetap tinggi, dengan WTI berada di kisaran US$98 per barel dan Brent sekitar US$96 per barel.
Maskapai mulai mengambil langkah antisipasi. CEO Carsten Spohr menyatakan Lufthansa menyiapkan rencana darurat, termasuk kemungkinan menghentikan sebagian armada.
Scandinavian Airlines telah membatalkan 1.000 penerbangan sepanjang April. Sementara itu, CEO Michael O'Leary mengatakan Ryanair mempertimbangkan pengurangan kapasitas dan pembatalan penerbangan selama musim panas jika krisis berlanjut.(DH)