Kena serangan, kilang SATORP Arab Saudi setop operasi

Sabtu, 11 April 2026

image

JAKARTA - Kilang SATORP di Arab Saudi menghentikan operasional setelah salah satu unit pengolahan rusak akibat serangan pada 7-8 April. Kilang ini dimiliki bersama oleh Saudi Aramco dan TotalEnergies.

TotalEnergies menyatakan kerusakan terjadi pada satu dari dua unit pemrosesan di fasilitas yang berlokasi di Jubail tersebut. Perusahaan memastikan tidak ada korban dalam insiden ini.

“Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sebagai tindakan pencegahan keselamatan, unit-unit tersebut dimatikan. Penilaian terhadap dampak terhadap operasional kilang saat ini sedang dilakukan,” ujar TotalEnergies, dikutip oilprice.

Kilang SATORP memiliki kapasitas pengolahan hingga 460.000 barel per hari. Penghentian ini menambah tekanan pada sektor energi Saudi setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas minyak dan gas.

Saudi Press Agency melaporkan sejumlah fasilitas energi, termasuk produksi, transportasi, dan kilang, menghentikan operasi akibat serangan di beberapa wilayah, seperti Riyadh, Provinsi Timur, dan Yanbu.

Serangan juga menghantam stasiun pompa di jalur pipa East-West, menyebabkan penurunan aliran hingga sekitar 700.000 barel per hari. Jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak Saudi sejak lalu lintas di Selat Hormuz terganggu akibat konflik.

Fasilitas lain yang terdampak mencakup kilang Ras Tanura, SAMREF di Yanbu, serta kilang Riyadh. Gangguan ini langsung memukul ekspor produk olahan ke pasar global.

Tekanan terhadap infrastruktur energi Saudi berpotensi membatasi ekspor minyak dan bahan bakar, bahkan jika arus lalu lintas di Selat Hormuz kembali normal. Hingga kini, Iran masih mengontrol jalur strategis tersebut dengan akses yang terbatas dan selektif.(DH)