Inflasi menguat, sentimen konsumen Amerika anjlok ke rekor terendah

Sabtu, 11 April 2026

image

JAKARTA - Sentimen konsumen Amerika Serikat turun ke level terendah sepanjang sejarah pada April seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi dan dampak perang Iran.

Dikutip cnbc, survei University of Michigan menunjukkan indeks kepercayaan konsumen jatuh ke 47,6, turun 10,7% dibanding Maret.

Penurunan terjadi di seluruh komponen, baik kondisi saat ini maupun ekspektasi, yang sama-sama mencatat penurunan dua digit secara bulanan. Dalam waktu yang sama, ekspektasi inflasi naik tajam. Responden memperkirakan harga akan meningkat 4,8% dalam satu tahun ke depan, naik satu poin persentase dari bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak Agustus 2025.

Direktur survei, Joanne Hsu, menyatakan bahwa “Komentar survei menunjukkan bahwa banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan bagi perekonomian,”.

Namun, ia menambahkan sebagian besar wawancara dilakukan sebelum gencatan senjata 7 April, sehingga lebih mencerminkan kondisi Maret. “Ekspektasi ekonomi kemungkinan akan membaik setelah konsumen yakin bahwa gangguan pasokan akibat konflik Iran telah berakhir dan harga gas telah moderat,” katanya.

Data ini dirilis tak lama setelah Bureau of Labor Statistics melaporkan indeks harga konsumen naik 0,9% pada Maret, mendorong inflasi tahunan ke 3,3%. Kenaikan terutama dipicu lonjakan harga energi, sementara inflasi pangan relatif stabil.

Ekspektasi inflasi jangka panjang juga meningkat. Proyeksi lima tahun naik ke 3,4%, atau bertambah 0,2 poin persentase dibanding bulan sebelumnya, meski masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. (DH)