Pantau risiko private credit, S&P Dow Jones rilis Indeks CDS

Sabtu, 11 April 2026

image

JAKARTA - S&P Dow Jones Indices meluncurkan indeks credit default swap (CDS) baru yang terkait dengan pasar private credit.

Instrumen ini memberi investor sarana untuk mengambil posisi terhadap sektor yang mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Dikutip Reuters, indeks bernama CDX Financials tersebut mencakup 25 entitas keuangan di Amerika Utara, termasuk bank, perusahaan asuransi, real estate investment trust (REIT), dan business development companies (BDC).

CDS merupakan derivatif yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap risiko gagal bayar penerbit obligasi, baik perusahaan, bank, maupun pemerintah.

Peluncuran indeks ini terjadi saat dana private credit menghadapi uji tekanan terbesar sejak ekspansi pesat setelah krisis keuangan global 2008. Tekanan meningkat seiring kekhawatiran investor terhadap dampak disrupsi kecerdasan buatan terhadap bisnis yang dibiayai sektor tersebut.

“Indeks ini berkembang melalui masukan dari berbagai pelaku pasar, termasuk beberapa dealer yang berencana menyediakan likuiditas dan berbagai pengguna akhir,” kata Nicholas Godec.

“Salah satu fitur menarik dari indeks baru ini adalah bahwa ini merupakan contoh pertama dari CDS yang terkait dengan BDC, sehingga menyediakan CDS yang terkait dengan pasar kredit swasta,”ujarnya.

Beberapa entitas besar seperti Apollo Debt Solutions, Ares Capital, dan Blackstone Private Credit Fund menyumbang sekitar 12% dari indeks berbobot setara tersebut.

Sejumlah bank besar Wall Street, termasuk Bank of America, Barclays, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs, akan mulai menawarkan produk derivatif ini dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Goldman Sachs juga menawarkan produk  untuk mengambil posisi long maupun short pada pinjaman korporasi, seiring meningkatnya minat terhadap instrumen lindung nilai di pasar private credit.(DH)