Dua tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, Prabowo ke Rusia
Minggu, 12 April 2026

JAKARTA — Dua kapal tanker milik Indonesia masih belum dapat melintasi Selat Hormuz di tengah kondisi kawasan yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Seperti dikutip Tempo.co, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz masih berada dalam kondisi tidak biasa, meskipun gencatan senjata telah disepakati oleh Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak awal April 2026.
Kawasan tersebut, lanjutnya, masih berada dalam sensitivitas tinggi akibat dinamika konflik sebelumnya, sehingga setiap aktivitas pelayaran harus melalui pengawasan ketat.
Boroujerdi menjelaskan bahwa setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz wajib mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan otoritas setempat.
Selain itu, kapal komersial juga harus menjalani proses negosiasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas keamanan Iran.
“Seluruh proses harus melalui protokol tertentu dan melibatkan penjaga keamanan,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping melaporkan dua kapal tankernya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Persia.
Kedua kapal tersebut dikelola oleh mitra internasional dan telah berada di kawasan tersebut sejak penutupan jalur pada akhir Februari 2026.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI menyebut masih terdapat sejumlah kendala teknis yang menghambat pelayaran kedua kapal tersebut.
Juru Bicara II Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, termasuk terkait asuransi dan kesiapan kru.
Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar RI di Teheran dan otoritas Iran, untuk memastikan kelancaran proses pelayaran.
>> Presiden ke Rusia
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan ke Rusia pada pekan ini.
"Berangkatnya minggu ini (ke Rusia) dalam minggu ini," kata Menteri Luar Negeri, Sugiono dijumpai usai kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke- XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IBSI) di Jakarta, Sabtu (11/4).
Sugiono, seperti dikutip Kontan.co.id, mengatakan Presiden akan dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Adapun pertemuan ini akan membahas banyak hal salah satunya terkait pencarian opsi pasokan minyak.
Sebelumnya, Prabowo sendiri menegaskan kegiatannya yang sering ke luar negeri bukan untuk bersenang-senang, melainkan demi kepentingan nasional.
Menurutnya, beberapa kerja sama strategis juga banyak dicapai, salah satunya dalam mengamankan pasokan minyak dalam negeri.
"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan keluar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo saat memberikan taklimat kepada para Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, hingga Eselon I Kementerian di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). (GA)