IHSG hadapi pekan krusial usai negosiasi AS-Iran gagal

Senin, 13 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki pekan krusial setelah naik 6,14% ke level 7.458,50 sepanjang pekan lalu, didukung harapan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menggelar negosiasi di Pakistan.

Namun sentimen tersebut berbalik setelah negosiasi tak menghasilkan kesepakatan. Analis Phintraco Sekuritas menyebut pertemuan tersebut “membahayakan gencatan senjata selama dua pekan yang rentan.”

Di sisi lain, Trump mengklaim militer AS akan memblokade Selat Hormuz agar kapal-kapal yang melintas tak membayar biaya ke Iran. Sehingga perkembangan negosiasi damai antara kedua negara tersebut, diyakini akan jadi penentu arah pasar pada pekan ini.

Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai posisi indeks saham di AS pada akhir pekan lalu cenderung variatif dan melemah. Sedangkan hasil negosiasi AS dan Iran disebut “menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan.”

“IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan kisaran support 7.325/7.190 dan resistance 7.590/7.725,” jelas analis CGS International.

Mengenai situasi di Timur Tengah, analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia menyebut perkembangan eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan terus berlanjut, hingga menimbulkan korban Jiwa.

“Secara teknikal, IHSG yang berada di resistance psikologis 7.500 berpotensi mengalami profit taking setelah rebound sepekan terakhir,” tulis analis BRI Danareksa, dalam catatan risetnya hari ini.

Lebih lanjut, riset ekuitas Kiwoom Sekuritas Indonesia juga menekankan posisi IHSG pekan ini akan menjadi penentu tren kenaikan jangka panjang.

“Kiwoom Research memperkirakan hari ini IHSG akan coba hadapi resistance atau target terdekat 7.540, yang apabila mampu ditembus maka akan patahkan channel downtrend, sejak IHSG dari takhta tertinggi bulan Januari 9.174,” tulis analis Kiwoom Sekuritas.

Apabila resistance tersebut bisa ditembus, analis Kiwoom Sekuritas menilai IHSG berpotensi melewati target berikutnya yaitu MA50 di 7.850. “Watch carefully perjuangan IHSG di area resistance sebelum memutuskan tambah posisi beli,” imbuh analis Kiwoom Sekuritas.

Dari kawasan emerging market Asia, indeks saham KOSPI mengawali perdagangan Senin (13/4) hari ini di zona merah dengan penurunan tipis 0,93%. Taiwan Stock Exchange Weighted Index (TWSE) dibuka melemah 0,17% dan PSEi Filipina turun 1,63%.

Sedangkan pasar komoditas mencatat harga minyak WTI naik 7,97% ke US$104,27 per barel, serta brent naik 6,87% ke US$101,74 per barel. Sementara harga emas di pasar spot turun tipis 0,75% ke US$4.714,02 per troi ons. (KR)