TPIA balikkan rugi jadi laba US$205 juta di kuartal I 2026

Senin, 13 April 2026

image

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak laba bersih sebesar US$205 juta di kuartal I 2026, berbalik hingga sekitar 920% secara tahunan dari rugi bersih US$25,6 ribu yang dicatatkan Perseroan pada kuartal I 2025.

Laba bersih ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Perseroan, yang didukung oleh pencapaian EBITDA sebesar US$421 juta per kuartal I 2026.

“Kinerja ini didorong oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi Grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara,” ujar manajemen TPIA dalam siaran resmi, Senin (13/4).

TPIA juga mengatribusikan kinerja memuaskan ini dengan keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir.

Menurut Perseroan, keberhasilan integrasi dan aset ini telah terealisasi di berbagai area, sehingga margin dan efisiensi operasional terus bertumbuh.

Selain itu, TPIA juga mencatatkan keunggulan operasional di pabrik dan didukung pemilihan sumber daya dan diversifikasi pasokan, meski pasar volatil.

“Pendekatan yang adaptif dan eksekusi yang solid ini memungkinkan Grup mengolah minyak mentah dan intermediate yang lebih menguntungkan di tengah kondisi pasar yang ketat, sekaligus menjaga tingkat utilisasi dan yield produk tetap tinggi,” ujar manajemen TPIA.

Terbaru, di lini bisnis petrokimia, TPIA telah meningkatkan kapasitas fasilitas produksi Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 (B1) milknya hingga 25% pada awal Maret 2026. (ZH)