ADB prediksi ekonomi Vietnam kalahkan Indonesia dan Malaysia

Senin, 13 April 2026

image

JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) memperkirakan Vietnam akan jadi negara dari kawasan ASEAN dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025.

Dalam laporan Asian Development Outlook April 2026, ADB memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 7,2% pada 2026. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari realisasi 2025, di mana negara dengan PDB hampir US$500 miliar ini mencatat pertumbuhan 8%.

Sementara itu Indonesia berada di peringkat kedua, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2%. Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, pertumbuhan ini di bawah target yang dicanangkan pemerintah yaitu pada level 5,4-5,6% untuk 2026.

Selain itu, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia akan berada di peringkat ketiga, dengan proyeksi pertumbuhan 4,6%. Sehingga peringkat Malaysia tak berubah dari 2025 lalu, meskipun pertumbuhannya saat itu lebih tinggi yaitu 5,2%.

Posisi Vietnam pada 2025 lalu juga memimpin di peringkat pertama, sebagai negara ASEAN dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Sementara Indonesia berada di peringkat keempat pada 2025, dengan pertumbuhan 5,1%.

Berikut ini proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN pada 2026, menurut laporan terbaru ADB:

  1. Vietnam: 7.2%
  2. Indonesia: 5.2%
  3. Malaysia: 4.6%
  4. Cambodia: 4.5%
  5. Philippines: 4.4%
  6. Laos: 4.0%
  7. Timor-Leste: 3.8%
  8. Myanmar: 2.4%
  9. Thailand: 1.8%
  10. Brunei Darussalam: 1.6%

Chief Economist ADB, Albert F. Park, mengatakan konflik di Timur Tengah telah menambah risiko geopolitik hampir semua negara. Namun di tengah skenario stabilisasi yagn lebih awal, pertumbuhan ekonomi di kawasan negara berkembang Asia dan Pasifik diperkirakan tumbuh moderat 5,1% pada 2026 dan 2026.

“Tingginya harga energi akan meningkatkan ongkos produksi dan harga barang, sementara ekspor akan tumbuh berangsur pulih menyusul front-loading pada akhir tahun lalu setelah tarif impor AS meningkat,” jelas Albert.

Sebagai catatan, saat ini pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, di bawah kepemimpinan presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah mengalokasikan beragam stimulus untuk meningkatkan konsumsi domestik. (KR)