IHSG naik ke 7.500, saham Barito Pacific memimpin LQ45
Senin, 13 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada awal pekan ini, dengan kenaikan 0,56% atau 41,69 poin ke level 7.500,19 hingga penutupan perdagangan Senin (13/4).
Sebelumnya indeks acuan bursa saham Indonesia ini, mencatat kenaikan 6,15% pada pekan lalu, meskipun menghadapi aksi jual bersih (net sell) dari investor asing sebanyak Rp3,31 triliun.
Nilai total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp20,45 triliun, yang melibatkan perdagangan 42,51 miliar lembar saham. Sebanyak 397 saham mencatat kenaikan harga, sementara 264 saham melemah dan 156 lainnya stagnan.
Saham-saham dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, mencatatkan nilai transaksi tertinggi. PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan transaksi senilai Rp1,28 triliun, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp1,03 triliun, dan PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) Rp929 miliar.
Harga saham PTRO mencatat kenaikan tertinggi di antara ketiganya yaitu sebesar 14,36%, bahkan menjadi Top Gainers di jajaran indeks LQ45. Sedangkan harga saham PTRO ditutup menguat 11,63% dan CUAN naik 6,32%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG awal pekan ini didukung saham-saham dari sektor energi, basic material, dan cyclical. Sementara secara teknikal, IHSG dinilai melanjutkan pembentukan histogram positif pada indikator MACD.
“Namun Stochastic RSI berada di area overbought. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Dari kawasan emerging market Asia, indeks saham SET Thailand berada di peringkat pertama dengan kenaikan 1,15%. IHSG bertahan di peringkat kedua, disusul indeks TWSE Taiwan yang menguat 0,11%.
Sementara indeks saham lain seperti Hang Seng turun 0,90%, KOSPI Korea turun 0,86%, PCOM Filipina turun 0,72%, dan KLCI Malaysia melemah 0,64%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turun tipis 0,01% ke Rp17.015 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Rupiah sebelumnya sempat menyentuh level intraday terendahnya di Rp17.140 per dolar AS pada pembukaan sesi Asia. (KR)