EMAS raih fasilitas kredit Rp2,56 triliun usai 6 bulan IPO
Senin, 13 April 2026

JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), emiten tambang emas milik pendiri Grup Saratoga dan Provident, mengamankan fasilitas kredit senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,56 triliun dalam asumsi kurs Rp17.105/US$.
Fasilitas kredit ini berasal dari sejumlah bank swasta, dari dalam hingga luar negeri. Beberapa di antaranya termasuk Kasikorn Bank, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Bank Maspion Tbk (BMAS).
Corporate Secretary EMAS, Adi Adriansyah Sjoekri, menyampaikan fasilitas yang diperoleh efektif pada 10 April 2026 ini, akan tersedia selama satu tahun mendatang. Namun antara perseroan sebagai debitur dan bank-bank kreditur bisa melakukan perpanjangan hingga 12 bulan.
Atas perolehan fasilitas kredit ini, EMAS dikenai margin sebesar 2% per tahun dan tingkat suku bunga acuan majemuk untuk hari tersebut.
“Tidak terdapat jaminan yang diberikan oleh perseroan sehubungan dengan perjanjian fasilitas ini,” jelas Adi, dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Namun selama jangka waktu perjanjian fasilitas ini, EMAS dilarang melakukan sejumlah aksi korporasi. Beberapa di antaranya termasuk pemindahan atau pelepasan aset, memindahkan atau menjual piutang dengan ketentuan recourse, mengatur retensi hak, menerima sumber pendaan baru dari bank, hingga aksi dengan dampak serupa.
Adi menambahkan, EMAS akan menggunakan fasilitas kredit ini untuk tujuan korporasi secara umum, termasuk kebutuhan belanja modal hingga penyertaan modal yang diperbolehkan dalam perjanjian.
“Melalui perjanjian fasilitas ini, perseroan memperoleh sumber pendanaan yang efisien guna mendukung keberlanjutan kegiatan usah grup,” imbuh Adi.
Sebagai catatan, nilai fasilitas kredit ini setara 39,38% dari total ekuitas EMAS per 31 Desember 2025. Karena melebihi 20% dari total ekuitas, perolehan fasilitas ini bersifat material.
Menurut data IDNFinancials.com, emas menggelar Initial Public Offering (IPO) pada 23 September 2025. Sebesar 63,33% saham perseroan kini di bawah kendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dengan penerima manfaat akhir kepemilikan saham yaitu Edwin Soeryadjaya dari Grup Saratoga dan Winato Kartono dari Provident Capital. (KR)