Rosan lapor DPR, investasi capai Rp497 triliun di kuartal I
Selasa, 14 April 2026

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan realisasi investasi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp497 triliun pada kuartal I 2026.
“Angka ini tumbuh sekitar 7% secara tahunan,” kata Rosan, dalam pemaparan yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (13/4) kemarin.
Dengan realisasi tersebut, kata Rosan, jumlah tenaga kerja yang telah diserap mencapai 627.036 orang atau meningkat 5,5% secara tahunan.
Berdasarkan wilayah tujuan investasi, Jakarta dan Jawa Barat tetap jadi tujuan utama investor. Dengan realisasi investasi di Jakarta ditaksir mencapai Rp74 triliun dan Jawa Barat Rp72 triliun di kuartal pertama.
Sementara subsektor utama investasi pada kuartal pertama 2026, didominasi oleh industri logam dasar yang mencapai Rp67 triliun. Transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi subsektor terbesar kedua yang menyerap investasi sebesar Rp54 triliun.
Rosan mengakui bahwa kinerja investasi pada awal tahun ini mendapat tekanan bagi Indonesia. Namun dengan kebijakan luar negeri yang terbuka dan non-alignment, kata Rosan, Indonesia bisa diterima oleh berbagai negara.
“Sumber investasi masih didominasi oleh negara seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya,” imbuh Rosan.
Tak hanya melaporkan realisasi investasi, Rosan juga mencatat jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah terdaftar di kementerian mencapai 15,8 juta sejak 2021 hingga April 2026.
Ia mengakui bahwa terdapat gangguan teknis dalam penyelenggaraan Online Single Submission (OSS), platform yang melayani pelayanan NIB dan pelaporan investasi. Namun dengan integrasi penuh terbaru dengan berbagai kementerian dan lembaga, ia yakin proses perizinan usaha di Indonesia akan lebih praktis dan cepat, demi mendukung pertumbuhan investasi. (KR)